Cabuli dan Perkosa Anak Kandung, Pernah di Kamar dan di Ruang Tamu
Cabuli dan Perkosa Anak Kandung, Pernah di Kamar dan di Ruang Tamu

Cabuli dan Perkosa, Aksi bejat seorang ayah terhadap anak kandungnya kembali terjadi. Kali ini, peristiwa memilukan itu terjadi di Sleman, Yogyakarta.

Tersangka seorang pria berinisial DH. Tindak asusila yang dilakukannya tak hanya ke anaknya sendiri tetapi juga ke tiga anak saudaranya.

Aksi pencabulan oleh DH yang berprofesi sebagai sopir ini dilakukan sejak anaknya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Sementara, saat sang anak SMP, DH menyetubuhinya.

Terhadap anaknya sendiri, aksi bejat itu dia lakukan di dalam rumah, baik di kamar maupun ruang tamu.

KBO Reskrim Satreskrim Polres Sleman Iptu Bowo Susilo tersangka dugaan persetubuhan dan tindakan cabul yang berhasil diamankan berinisial DH.

“Tersangka DH ini melakukan tindakan pencabulan terhadap anaknya,” ujar KBO Reskrim Satreskrim Polres Sleman Iptu Bowo Susilo.

Tersangka DH melakukan tindakan pencabulan sejak tahun 2012.

Saat itu korban masih duduk di kelas 3 SD. Tak hanya itu, DH juga menyetubuhi sang anak.

DH melakukan hal itu sejak tahun 2018. Saat itu korban duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Perbuatan tersangka ini dilakukan di dalam rumah. DH melakukan aksinya ketika istrinya tidak berada di rumah.

“Dilakukannya itu di dalam kamar tersangka,” ungkapnya.

Dijelaskannya, tersangka ini bekerja sebagai sopir antarkota.

Tersangka melakukan aksinya setelah pulang dari bekerja tersebut.

Setiap kali usai melakukan aksinya, tersangka mengancam agar korban tidak menceritakan kepada orang lain. Sebab yang akan malu korban sendiri.

“Dari keterangan korban sudah lebih dari 10 kali,” jelasnya.

Selain kepada anaknya, tersangka DH juga melakukan perbuatan cabul terhadap anak yang masih memiliki hubungan saudara denganya.

“Melakukan perbuatan cabul terhadap 3 anak lainnya pada saat anak korban main ke rumahnya sama tersangka diraba-raba. Dua masih SD, satunya sudah siswa setingkat SMA,” ujarnya.

Peristiwa ini terungkap lanjutnya berawal dari chat korban kepada tantenya.

Korban menceritakan apa yang dialaminya setelah ditanya oleh tantenya tersebut.

Sementara itu, tersangka DH mengaku melakukan aksinya saat istrinya kerja. Sebab saat itu kondisi rumah sepi.

“Kalau istri pergi kerja. (Melakukan) Di kamar pernah, di ruang tamu pernah,” katanya.

Karena perbuatannya, DH dijerat pasal 81 dan pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 294 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

  • Bonus New Member 10%
  • Bonus Next Deposit 5%
  • Bonus Spin Setiap Hari Tanpa Zonk
  • Bonus Mingguan 16,7%

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.