Diduga Bawa Narkoba Padahal Bedak Ketiak, Gadis Indonesia Ditahan
Diduga Bawa Narkoba Padahal Bedak Ketiak, Gadis Indonesia Ditahan di Singapura

Diduga Bawa Narkoba, Pengalaman pahit diceritakan Sharonia Paruntu. Gadis asal Indonesia itu mengaku sempat mendekam selama 14 jam di penjara Singapura.

Diduga Bawa Narkoba, Ia ditahan setelah disangka membawa dan menggunakan narkoba. Sumber petaka dari Sharonia rupanya adalah bedak ketiak, atau bedak tawas.

Bedak ketika tersebut dicurigai sebagai bubuk narkoba.

Berkisah melalui Instagramnya, dia menuturkan kejengkelannya makin menjadi karena insiden terjadi tepat di hari ulang tahunnya, yakni 10 November.

Alih-alih merayakan hari jadi di kamar Hotel W di Pulau Sentosa yang sudah dipesan, dia malah tertahan di penjara Singapura.

“Tiba-tiba saja pukul 09.30, sembilan polisi dan dua karyawan hotel masuk ke kamar saya,” kata Sharonia mengawali cerita.

Polisi menyampaikan, pihak hotel menghubungi mereka karena melihat bubuk putih di kamar gadis Indonesia itu.

Karyawan hotel melihat bubuk itu pukul 02.00 ketika mereka masuk ke kamar hotel untuk membukakan pintu kamar mandi.

Adapun staf hotel masuk setelah dua teman Sharonia dilaporkan tertahan karena kesulitan membuka pintu kamar mandi.

Sharonia menjelaskan kepada polisi, bubuk tersebut adalah bedak tawas untuk menjaga kesegaran ketiaknya agar tak bau.

Tetapi, polisi yang tidak percaya tanpa basa-basi langsung memborgol Sharonia dan tiga temannya.

Mereka digiring ke kantor untuk diinterogasi.

Gadis yang sudah tinggal di Negeri “Singa” itu tidak dapat menyembunyikan kemarahannya.

Sebab, polisi memperlakukannya seperti penjahat.

“Mereka memborgol saya dan teman-teman keluar dari kamar.”

“Sungguh memalukan karena banyak tamu hotel yang melihat,” ujarnya.
Diduga Bawa Narkoba Padahal Bedak Ketiak, Gadis Indonesia Ditahan di Singapura

Sharonia mengungkapkan ia ditahan dalam sel dan tidur di lantai seperti hewan.

Tak cuma itu, ia mengisahkan dirinya hanya mendapat makanan sekali.

“Anjing saya saja punya tempat tidur lebih layak dan diberi makan tiga kali sehari,” ujarnya meluapkan kemarahan.

Selain itu, dia juga tak diizinkan untuk menghubungi pihak keluarganya.

Untungnya, dia sempat mengirim pesan sebelum ditahan.

Polisi Singapura baru melepas Sharonia dan temannya pada 11 November pukul 01.43 setelah hasil uji laboratorium menunjukkan bubuk itu bukanlah narkoba.

Selain itu, hasil uji urine Sharonia dan teman-temannya juga menunjukkan mereka tidak mengonsumsi narkoba.

Manajemen hotel langsung mengajukan permohonan maaf kepada Sharonia dan keluarganya setelah sang ibu melayangkan protes atas perlakuan mereka terhadap putrinya tersebut.

Pengacara kriminal Amolat Singh, saat dimintai tanggapan, berkata, polisi Singapura punya hak untuk menahan terduga kriminal maksimal 48 jam sejak investigasi awal.

“14 jam bukan sesuatu yang luar biasa.”

“Kalau kita melihat situasi dan kondisi yang menyebabkan terjadinya penahanan, saya rasa wajar jika polisi curiga dan perlu mengambil tindakan sesuai dengan protokol,” paparnya.

GEBYAR AKHIR TAHUN LAPAK POKER

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

X CLOSE