Ditinggal Orangtua ke Pasar Lalu Diperkosa dan Dibunuh
Ditinggal Orangtua ke Pasar Lalu Diperkosa dan Dibunuh

Ditinggal Orangtua ke Pasar, Seorang bocah perempuan berinisial P (10) ditemukan tewas tergantung di depan kamar indekos di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bocah 10 tahun itu merupakan warga Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban adalah anak pertama dari pasangan M (30) dan IS (27).

Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh sekelompok anak kecil sekitar pukul 14.30 WITA.

Kepala Subbagian Humas Polres Bima Kota, AKP Hasnun menjelaskan, saat peristiwa itu terjadi, orangtua korban sedang pergi ke pasar.

Hasnun mengatakan, bocah 10 tahun itu ditemukan tergantung dengan tali yang diikat di ventilasi kamar.

“Saat itu, anak-anak tersebut melihat korban dalam keadaan tergantung di depan kamar indekosnya,” kata AKP Hasnun.

Sekelompok anak yang sedang bermain itu melihat P dalam kondisi tergantung.

Mereka terkejut dan berteriak minta tolong.

Warga sekitar langsung mendatangi lokasi kejadian setelah mendengar teriakan minta tolong anak-anak itu.

Mereka langsung melaporkan temuan itu ke pihak kepolisian.

“Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan didentifikasi,” ucap Hasnun.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban ditinggal orangtuanya ke pasar sejak siang.

Sehingga, korban hanya bersama adik bungsunya di indekos.

Mengetahui kejadian itu, warga langsung memberitahu orangtua korban.

Sesampainya orangtua korban di rumah, mereka kaget dan histeris melihat jenazah anaknya.

“Kedua orangtua korban saat kejadian tidak ada TKP,” papar Hasnun.

“Mereka baru mengetahui anaknya tewas setelah dihubungi warga,” tambahnya.

Korban ini rupanya tewas setelah diperkosa dan dianiaya sebelum akhirnya digantung oleh pelaku di atas tali jemuran.

Kapolres Bima Kota, AKPB Haryo Tejo Wicaksono mengatakan, di tubuh mayat korban ditemukan sejumlah luka gores.

Beberapa bagian tubuhnya juga terdapat luka memar.

Temuan itu berdasarkan hasil visum awal yang dilakukan pihak rumah sakit.

Bahkan, dari hasil pemeriksaan juga ditemukan cairan aneh di alat vital korban.

Tak hanya itu, Haryo mengatakan, di sekitar bagian intim korban ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Dari hasil visum memang korban mengalami luka di bagian kemaluannya,” ujar AKBP Haryo Tejo, dikutip dari Kompas.com.

“Selain itu, ada cairan di vaginannya, apakah itu merupakan cairan sperma atau cairan lain perlu cek forensik,” sambungnya.

Ia menambahkan, luka di tubuh korban diduga adanya tanda-tanda perlawanan.

Korban diduga sempat menolak upaya pemerkosaan yang dilakukan pelaku.

Namun, pelaku justru menganiaya korban hingga pingsan serta digantung di depan pintu indekos.

  • Bonus New Member 10%
  • Bonus Next Deposit 5%
  • Bonus Spin Setiap Hari Tanpa Zonk
  • Bonus Mingguan 16,7%

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.