Hubungan Badan Sesama Jenis, Korban dibunuh dan dibuang ke Sungai
Hubungan Badan Sesama Jenis, Korban dibunuh dan dibuang ke Sungai

Hubungan Badan Sesama, Seorang mahasiswa berinisial WA (22) di Bengkulu dibunuh secara keji. Jasad mahasiswa itu lalu dibuang ke sungai. Kasus pembunuhan WA di di Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, akhirnya terungkap.

Polres Bengkulu Tengah meringkus dua orang pria, MS (18) dan AI (20). Kasus ini dipicu sakit hati setelah mereka melakukan hubungan sesama jenis.

Pelaku sakit hati tak dibayar oleh mahasiswa tersebut.

Kedua pelaku lalu membunuh WA secara terencana.

Kedua pelaku membuang jasad korban ke sungai setelah menghabisi nyawa mahasiswa itu.

Hingga kini petugas masih mencari jasad korban. “Setelah mendapat laporan, dan kami lakukan olah TKP dan penelusuran mengarah kedua tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah Iptu Rahmat.

Pembunuhan dilakukan keduanya di pondok sebuah kebun dekat bendungan PLTA Musi di Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Bengkulu Tengah.

Pelaku membunuh dengan cara mencekik leher korban dengan ikat pinggang dan memukulnya dengan besi shock breaker sepeda motor yang sudah dipersiapkan.

“Pembunuhan direncanakan, pelaku mengaku sakit hati karena tidak dibayar usai melakukan hubungan, usai dibunuh, korban dibuang ke dalam aliran sungai PLTA,” ujar Rahmat.

Jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur meringkus pelaku pembunuhan MN (26), penghuni indekos di Jalan Buluh RT 10/RW 16 Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati.

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Iptu Dicky Agri Kurniawan mengatakan pelaku, Samsul (22) diringkus dalam hitungan jam usai jasad MN.

Meski tak membeberkan proses penangkapan, dari hasil pemeriksaan sementara Samsul yang masih tercatat warga Jakarta Timur mengakui perbuatannya.

“Dia mengakui perbuatannya telah melakukan pembunuhan terhadap korban. Pengakuannya melakukan sendiri tanpa disuruh oleh orang lain,” kata Dicky di Kramat Jati.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Samsul mengaku tega membunuh MN karena sakit hati kerap diajak hubungan badan sesama jenis.

Namun belum diketahui pasti apa saat menusuk MN hingga tewas Samsul sudah merencanakan aksinya atau hanya bertindak spontan.

“Motif pelaku melakukan pembunuhan karena merasa sakit hati terhadap korban. Keterangan yang bersangkutan sering disuruh melakukan hubungan badan sesama jenis,” ujarnya.

Dicky menuturkan Samsul kini masih menjalani pemeriksaan lanjutan atas perbuatannya di Mapolrestro Jakarta Timur.

Pasal yang disangkakan yakni 338 KUHP tenang Pembunuhan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

“Yang bersangkutan masih proses pemeriksaan. Tapi sudah mengakui perbuatannya, motifnya untuk sementara karena sakit hati tadi (dipaksa hubungan badan sesama jenis),” tuturnya.

Sebagai informasi, dari hasil pemeriksaan Tim Identifikasi Polrestro Jakarta Timur MN mengalami luka penganiayaan senjata tajam di bagian leher, perut kiri, dan pipi.

Seorang penghuni indekos di Jalan Buluh RT 10/RW 16 Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati berinisial MN (26) jadi korban pembunuhan.

Hubungan Badan Sesama Jenis, Korban dibunuh dan dibuang ke Sungai

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Iptu Dicky Agri Kurniawan mengatakan jasad MN ditemukan di kamarnya.

Kala itu dua teman korban hendak memastikan kondisi MN karena tak masuk kerja tanpa memberikan keterangan ke pihak perusahaan.

“Saat dicek lampu kamar kos korban dalam keadaan menyala. Depan kamarnya juga ada dua pasang sendal, sepeda motor korban juga ada di parkiran indekos,” kata Dicky di Kramat Jati.

Tapi setelah berulang kali dipanggil MN urung memberi respon sehingga dua temannya curiga lalu melapor ke penjaga indekos.

Setelah penjaga indekos datang dan membuka kamar, mereka mendapati bercak darah dan jasad MN dalam keadaan tergeletak di kasur.

“Korban dalam posisi terlentang dan bagian muka tertutup bantal. Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka robek akibat senjata tajam di bagian leher, perut kiri dan pipi korban,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, Dicky menuturkan penghuni indekos lain sempat mendengar suara keributan sekira pukul 05.00 WIB.

Namun karena suara yang terdengar sayup-sayup mereka tak tahu pasti asal suara dan memilih kembali tidur tanpa mengecek situasi.

Meski tak membeberkan proses penyelidikan, Dicky menyebut pihaknya sudah berhasil mengamankan pelaku tak lama olah TKP beres.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan. Sekarang masih pemeriksaan di Mapolrestro Jakarta Timur,” tuturnya.

Pantauan TribunJakarta.com di indekos tempat korban tinggal, garis polisi hanya terpasang depan kamar MN yang berada di lantai tiga.

Tapi perempuan yang bertugas sebagai penjaga indekos enggan memberi keterangan apa pun dengan alasan tak tahu.

“Saya enggak tahu apa-apa,” kata penjaga indekos tempat MN tinggal.

  • Bonus New Member 10%
  • Bonus Next Deposit 5%
  • Bonus Spin Setiap Hari Tanpa Zonk
  • Bonus Mingguan 16,7%

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.