Korban Pelecehan Seksual oleh Waria, Remaja Alami Trauma Berat
Korban Pelecehan Seksual oleh Waria, Remaja Alami Trauma Berat

Korban Pelecehan Seksual, Seorang remaja berinisial RA di Palembang, Sumatera Selatan menjadi korban pelecehan seksual. Remaja berusia 15 tahun tersebut dilecehkan oleh tiga orang waria atau transpuan di sekitar rumahnya kawasan Pasar 26 Ilir, Palembang.

“Mereka seperti keroyokan, ada tiga pelakunya. Satu memegangi tangan kanan saya, satunya lagi tangan kiri saya. Dan satu pelaku lagi langsung menurunkan celana saya,” ujar RA saat ditemui dikediamannya.

Tak cukup sampai di situ, setelah melakukan aksi bejatnya, ketiga pelaku juga langsung merampas telepon genggam milik korban.

RA yang masih begitu muda, hanya bisa menangis sejadi-jadinya saat kejadian itu.

“Saya ditinggalkan begitu saja. Saya sempat teriak supaya handphone jangan dibawa kabur, soalnya itu punya ibu saya dan adik juga sekarang sekolah online pakai (handphone) itu.”

“Tapi mereka malah bentak saya dan bilang kalau kamu mau handphone ini, panggil orang tua kamu kesini,” cerita RA dengan wajah yang terlihat begitu lesu.

Diketahui, peristiwa itu terjadi di sebuah lorong yang berada persis di samping SPBU jalan merdeka kota Palembang.

Saat itu RA berjalan kaki seorang diri setelah mengantar pulang sang pacar yang rumahnya berada tak jauh dari gedung SMP N 1 Jalan Pangeran Ario Kesuma Kecamatan Kemuning Palembang.

Dikarenakan hari sudah malam dan suasana sepi, pemuda itu memilih jalan pintas untuk tembus di jalan merdeka.

“Saya sendirian, suasana juga sepi,” ujar remaja putus sekolah ini.

Saat hampir keluar lorong yang berada di jalan merdeka tersebut, tiba-tiba dari arah belakang korban dikejutkan dengan tangan seseorang yang langsung memiting lehernya.

Ketiga pelaku tersebut kemudian langsung melakukan aksi bejatnya terhadap korban.

“Sekitar 30 menit kemudian mereka baru melepaskan saya. Tapi sebelumnya mereka sudah merampas handphone saya,” ujarnya.

Saat kabur ketiga pelaku langsung lari dan berpencar.

Dua orang berlari ke arah gedung SMP N 1 dan satu pelaku lagi langsung melambaikan tangan ke arah pengemudi sepeda motor jenis Scoopy yang diduga RA sudah menunggu dari kejauhan.

“Motor itu nunggu diseberang jalan dan langsung dipanggil sama banci yang satunya,” ujar dia.

RA mengaku masih mengingat benar wajar dari ketiga pelaku.

Sebab menurutnya, ketiga pelaku sering lewat atau mangkal disekitaran rumahnya yang dikatakan RA cukup banyak waria saat malam hari.

“Mereka benar-benar berdandan seperti perempuan, pakai baju seperti gaun sampai batas dengkul seperti perempuan. Pakai rambut palsu juga,” ujarnya.

RA mengaku begitu sedih bila mengingat peristiwa mengerikan yang sudah dialaminya.

Bahkan bocah tersebut kehilangan nafsu makan dan sulit tidur sebab terus teringat peristiwa yang sudah dialaminya.

“Iya trauma sekali,” ujar RA dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.

Sementara itu, Ai (35) ayah kandung RA mengaku sangat tidak terima dengan peristiwa yang menimpa anak pertamanya tersebut.

Tak hanya itu, Ayah dua ini juga begitu bingung sebab handphone yang berhasil dirampas ketiga pelaku dari tangan RA, merupakan satu-satunya milik keluarga mereka.

“Anak saya yang bungsu (adik RA) sekarang juga sekolah via online. Cuma itu handphone yang kami punya. Sekarang saya sama istrj lagi bingung, gimana nanti anak kami mau sekolah,” ujarnya.

Pihak keluarga sangat berharap agar para pelaku bisa segera tertangkap.

“Tapi laporan kami belum diterima dan diminta datang lagi hari Senin karena katanya belum ada yang piket. Mungkin karena masih suasana lebaran,” ujarnya.

 

  • Bonus New Member 10%
  • Bonus Next Deposit 5%
  • Bonus Spin Setiap Hari Tanpa Zonk
  • Bonus Mingguan 16,7%

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

X CLOSE