Korban Rudapaksa Pemerkosaan, Gadis Kabupaten Toba
Korban Rudapaksa Pemerkosaan, Gadis Kabupaten Toba Mengaku Berbadan Dua

Korban Rudapaksa Pemerkosaan, Wanita bernisial SMS (18), warga Sigumpar Kabupaten Toba mengaku menjadi korban pemerkosaan dua orang pria secara bergilir pada 18 November 2019 lalu.

“Aku diperkosa, sudah enam bulan lalu kejadiannya,” kata SMS.

Kasat Reskrim Polres Toba, AKP Nelson Sipahutar dikonfirmasi mengatakan dugaan pemerkosaan itu benar terjadi.

“Iya, lagi dicari pelakunya,” sebut Nelson.

Kata SMS dirinya kini tengah mengandung 6 bulan dan terpaksa menanggung beban sendiri.

Bahkan, dirinya jadi bahan pembicaraan di desanya.

Kejadian bermula saat SMS berkenalan dengan seorang pria, MS usia 19 tahun melalui media sosial.

MS diketahui tinggal di Kecamatan Porsea.

Belum lama berkenalan, MS dan SMS sepakat bertemu.

MS pun membawa SMS jalan-jalan ke sebuah tempat di jalanan sepi pada malam hari.

Namun, di sebuah tempat di jalanan yang sepi, dua orang rekan MS telah menunggu dan kemudian mencari lokasi yang sepi jauh dari pemukiman.

Pada saat kedua rekannya mencari lokasi sunyi, MS kembali mengajak korban ke sebuah jalan sepi dan jauh dari pemukiman.

Ternyata, di sana kedua rekannya menunggu MS dan SMS.

Tidak banyak berbicara, kata SMS, dua orang rekan MS melucuti bajunya dan melakukan pemerkosaan.

Meski korban SMS menjerit sekuat tenaga, tidak ada warga yang mendengar karena jauh dari pemukiman.

Kedua rekan MS bahkan mengancam akan membunuh korban agar tidak menjerit.

Leher korban dicekik, mulutnya ditutup agar diam.

Tanpa perlawanan, SMS pun diperkosa keduanya di tempat sepi itu.

Setelah melampiaskan nafsunya satu dari oelaku mengantar korban pulang hingga ke depan pintu gerbang kampungnya.

Korban sehari-hari trauma dan tidak langsung menceritakan kejadian yang dialaminya.

Kecurigaan keluarga pun muncul ketika perut SMS mulai membesar hingga akhirnya SMS mau bercerita tentang tragedi pahit yang dialaminya.

Kandungan SMS saat ini sudah berusia enam bulan.

Mirisnya lagi, gadis itu tidak tahu persis siapa yang menjadi ayah jabang bayi dalam kandungannya.

Bunga pun berharap agar kedua pelaku dapat ditangkap dan mendapat hukuman setimpal.

Orang tua korban yang curiga keadaan putrinya, akhirnya membuat laporan Polres Toba dengan nomor :STPL/80/IV/2020/SU/TBS pada 1 April 2020.

Keluarga korban berharap agar para pelaku segera ditangkap

 

  • Bonus New Member 10%
  • Bonus Next Deposit 5%
  • Bonus Spin Setiap Hari Tanpa Zonk
  • Bonus Mingguan 16,7%

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.