Layani Pria Hidung Belang, Demi Kebutuhan Hidup
Layani Pria Hidung Belang, Demi Kebutuhan Hidup

Layani Pria Hidung, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pematangsiantar, Sumatera Utara, masih terus menyelidiki kasus gadis remaja berinisial RA (15) dijual pacarnya A (17) kepada pria hidung belang.

Diketahui baik pelaku dan korban berasal dari keluarga broken home. RA dan A awalnya berkenalan dari sosial media facebook sekitar 3 bulan lalu.

Kemudian keduanya pun saling bertemu dan merasa cocok karena memiliki nasib yang sama.

Atas dasar kesamaan nasib inilah, diduga menjadi alasan kuat mereka hidup bersama tanpa status hubungan yang sah atau hanya sekadar pacaran.

Mereka pun akhirnya mengontrak sebuah kamar indekos di Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, Sumatera Utara dala satu bulan terakhir ini.

“Korban, bapak mamaknya sudah cerai. Jadi bapaknya pun harus kita cari baru ketemu,” ujar Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edy Sukamto kepada wartawan.

Selama tinggal bersama, korban yang masih di bawah umur berulang kali menjadi pelampiasan nafsu bejat A.

Bahkan A tega menjual RA via aplikasi MiChat kepada pria hidung belang lain.

A diduga menjual pacarnya dengan tarif Rp 300 ribu.

Pengakuan korban kepada kepolisian, perbuatan A jual pacar ini sudah terjadi sembilan kali.

Terkuak pula, pelaku memberikan ancaman kepada korban jika tak mau melayani pria hidung belang.

“Ini lah jahatnya si pelaku ini. Kalau korban tidak mau menuruti (dijual kepada pria lain), korban disuruh pergi. Bagaimanalah anak remaja, dia gak ada rumah, jadi menurut aja sama pelaku,” katanya.

Terpisah, Ketua RW setempat, Bintang mengaku belum mengenal tersangka dan korban.

Ia menyampaikan, keduanya merupakan orang baru di daerahnya.

“Mereka ini orang baru. Kami tidak tahu kejadian ini. Baru tahu setelah polisi datang kemari menggeledah rumah kontrakan,” kata Bintang seraya menyampaikan ada rasa malu dan kekesalan dari kejadian seperti ini.

Sementara itu, tetangga mereka yang berada di samping kiri menyampaikan, bahwa A sering membawa teman-temannya datang ke rumah.

“Pernah bawa temannya kemari, cuma kita nggak tahu berbuat apa di dalam,” ujar Wati tetangga pelaku dan korban.

Kasus pencabulan serta human trafficing tersebut terungkap berawal dari keributan pelaku dengan korban.

Pelaku dan korban diketahui terlibat cekcok saat akan melakukan transaksi di Jalan Sumber Jaya, Simpang Kerang, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba.

Cekcok mulut tersebut pun mengundang perhatian warga.

“Ini terungkap karena ada salah satu pemesan, yang mana dari keterangan korban, dia dipertemukan dengan salah satu teman pacarnya. Kemudian terjadi cekcok mulut. Jadi ribut ribut. Ternyata terdengar beberapa warga bahwa perempuan ini mau dijual,” ujar AKP Edy Sukamto kepada wartawan.

Hingga akhirnya polisi datang dan mengamankan pelaku serta korban.

Dari hasil introgasi yang dilakukan polisi terhadap korban, diketahui RA sudah dijual sebanyak 9 kali oleh pacarnya.

“Pihak tersangka mengaku beberapa kali menawarkan via michat dengan tarif sekitar Rp 300 ribu. Ini menurut keterangan korban, ya. Ini masih kita dalami soal trafficing untuk mencari pembeli,” jelas Edy.

Polisi hingga kini masih mencari bukti atas kasus human trafficing tersebut.

Di antaranya mencari barang bukti handphone yang dibawa kabur calon pelanggan.

“Awalnya kan mereka mau transaksi sama pria lain. Saat terjadi keributan, pria yang hendak menggunakan jasa korban ini menarik HP yang digunakan pelaku dan korban, biasalah. Satu HP dua orang,” katanya.

AKP Edi Sukamto menambahkan, penyidik telah menaikkan status A menjadi tersangka dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.

 

  • Bonus New Member 10%
  • Bonus Next Deposit 5%
  • Bonus Spin Setiap Hari Tanpa Zonk
  • Bonus Mingguan 16,7%

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

X CLOSE