Mahasiswi Dilecehkan di Area Kampus Depok, Bagian Tubuh Disentuh
Mahasiswi Dilecehkan di Area Kampus Depok, Bagian Tubuh Disentuh

Mahasiswi Dilecehkan di Area, Kasus pelecehan seksual yang dialami seorang mahasiswi Universitas Indonesia (UI) di Depok sempat viral di media sosial. Menurut informasi tersebut, diduga peristiwa pelecehan seksual.

Mahasiswi yang enggan disebutkan namanya itu pulang usai mengikuti kuliah.

Dalam perjalanan itulah, korban mendapat pelecehan seksual secara verbal sambil disentuh di bagian tubuhnya oleh seorang laki-laki.

“Saya baru keluar dari FIB. Saya keluar dari gerbang masuk mobil. Sampai di dekat persimpangan dengan gerbang PSJ, ada gerombolan orang yang baru keluar dari PSG juga dan mereka jalan di sekitar saya,” tutur dia di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI.

Ia berjalan kaki sembari memperhatikan ponsel.

Mulanya ia tak menghiraukan pembicaraan gerombolan laki-laki itu.

Gerombolan tersebut bukan mahasiswa UI, melainkan pekerja yang tengah mengikuti pelatihan K3 di PSJ FIB UI.

Namun, lamat-lamat, pembicaraan gerombolan lelaki itu terdengar juga karena begitu ramai.

“Mereka awalnya ngomong, ‘Besok jangan lupa pakai baju, ya. Bawa baju ganti. Sempak juga jangan lupa dibawa’,” kata korban.

“‘Bra gimana bra? Bra juga jangan lupa dibawa ya, ha-ha-ha’,” lanjut korban menirukan percakapan yang ia dengar.

Tak berselang lama setelah menyeret-nyeret bra dalam percakapan, salah satu lelaki mengelus pundak korban.

“Pundak itu kan ada itu, itulah ya. Saya kaget. Saya menoleh ke belakang. Saya ketakutan. Saya gemetaran. Mereka senyum-senyum. Kemudian, saat saya jalan cepat, mereka sadar dan ketawa gitu,” aku korban.

Kampus UI sekitar pukul 17.20 WIB memang ramai oleh mahasiswa-mahasiswi yang baru pulang kuliah serta warga umum yang menggunakan UI sebagai akses jalan pulang.

Langkah korban kian cepat, meninggalkan halte bus yang juga ramai oleh para penumpang.

Ia kemudian menyusuri hutan UI hingga mencapai pos Pengamanan Lingkungan Kampus (PLK) UI di seberang Stasiun UI.

Korban berjalan cepat menyusuri hutan UI hingga mencapai pos Pengamanan Lingkungan Kampus (PLK) UI di seberang Stasiun UI.

Di sana, ia melaporkan pelecehan seksual yang ia alami kepada petugas PLK UI.

Petugas-petugas PLK UI di pos itu segera bertanya mengenai siapa pelaku pelecehan seksual itu.

Melihat gerombolan itu kian mendekat ke arah pos, ia langsung menuding mereka.

Para petugas pun memanggil lelaki-lelaki itu.

“Cuma, pas diberhentikan, mereka tidak mau mengaku. Mereka bilang bahwa orangnya yang menyentuh tidak ada di sini,” kata korban.

“Saya terus ditanya siapa yang menyentuh, wajahnya ingat atau tidak, saya tidak ingat karena mereka memegangnya dari belakang. Saya tidak tahu siapa yang memegang di antara mereka,” ia menjelaskan.

Di pos itu, kedua pihak sempat kembali bersitegang.

“Saya bilang, ‘Maksudnya apa megang-megang kayak gitu? Habis ngomong ‘jangan pakai bra’ terus ngelus-elus pundak saya? Maksudnya apa mau memastikan saya pakai bra atau tidak? Pantas enggak sama orang asing begitu? Ini lingkungan mahasiswa!'” tegas korban, menirukan ucapannya saat berbicara dengan para pelaku.

Mendengar cekcok itu, dua orang mahasiswa dan mahasiswi FISIP UI di sana, yang mulanya tak kenal korban, turut membela korban.

Para pelaku kemudian diketahui bukan mahasiswa UI.

Mereka lalu menyodorkan tangan sebagai permintaan maaf, tetapi ditolak oleh korban.

“Saya tidak mau karena, pertama, mereka tidak mau mengaku, dan yang kedua, gampang banget minta maaf saja biar cepat,” ujar korban.

Sudah begitu, korban dibuat makin kecewa.

Ia justru balik disalahkan oleh petugas PLK yang awalnya ia harap sanggup memberikan perlindungan dan berpihak kepadanya.

Terlebih lagi, petugas PLK UI melepaskan para lelaki itu tanpa menyimpan satu pun bukti identitas mereka, baik berupa foto maupun data KTP.

“Petugas PLK-nya bilang, ‘Mbak, besok-besok jangan jalan sendirian lagi agar tidak kayak gini lagi’,” aku korban.

“Sebelumnya juga saya ditanya, mau dilanjut ke atas (ke manajemen UI) atau tidak, saya jawab ‘ya’. Tapi akhirnya mereka tetap melepaskan orang-orang itu,” kata korban.

“Lalu mereka (petugas PLK) bilang bahwa kalau dilanjutin ke atas juga nanti Mbak yang salah,” tambah dia.

Saat ini, pihak Kemahasiswaan UI sudah turun tangan untuk mendampingi korban, berupaya membuatnya nyaman, juga mengamankan sejumlah laki-laki yang diduga pelaku pelecehan seksual itu.

“Kami terus berupaya melakukan pendampingan terhadap para mahasiswa kami. Kami berkomitmen menyusun langkah strategis upaya pencegahan, penanggulangan, dan penanganan perihal kekerasan seksual,” ujar Rosari Saleh, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI.

  • Bonus New Member 10%
  • Bonus Next Deposit 5%
  • Bonus Spin Setiap Hari
  • Bonus Mingguan 16,7%

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.