Petinggi Sunda Empire Kini Sudah Ditahan Sempat Mengaku
Petinggi Sunda Empire Kini Sudah Ditahan Sempat Mengaku Punya Sertifikat
Petinggi Sunda Empire Kini Sudah Ditahan Sempat Mengaku Punya Sertifikat

Petinggi Sunda Empire, Para petinggi Sunda Empire kini tidak lagi bisa berpakaian ala perwira militer lagi, setidak dalam beberapa waktu mendatang. Mereka pun kini hanya mengenakan baju biru khas tahanan Polda Jabar, karena sudah dijadikan tersangka.

Tiga orang yang berkaitan dengan kelompok Sunda Empire sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka menjadi tersangka karena menyebarkan berita bohong, kabar tidak pasti untuk keonaran di masyarakat. Dari tiga orang tersangka itu, satu di antanya Nasri Banks.

“Ketiga tersangka berinisial‎ Nb atau Nasri Banks selaku tokoh Sunda Empire, sebagai perdana menteri dalam kedudukan. Lalu Rd, Raden Ratnaningrum dalam kedudukannya sebagai kaisar,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Saptono Erlangga, di Mapolda Jabar.

“Kemudian satu lagi ditetapkan oleh penyidik, tadi pukul 15.15 di Tambun Bekasi, dalam perjalanan menuju Polda Jabar. (Namanya) Kar atau Ki Ageng Rangga,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, hadir Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono dan wakilnya, AKBP Indra Hermawan dan Kasubdit Keamanan Negara Ditreskrimum, AKBP M Rivai.

“Penetapan tersangka ini setelah penyidik melakukan penyelidikan, memeriksa saksi, saksi ahli, dan alat bukti yang ada,” ujar Saptono Erlangga.

Pantauan Tribun, Nasri Banks dan Rd Ratnaningrum dihadirkan. Keduanya sudah mengenakan pakaian tahanan berwarna biru.

Selama memberikan keterangan pers, Nasri dan Raden Ratnaningrum, raut mukanya tampak tenang.

Keduanya bahkan tampak saling melempar senyum.

“Keduanya itu suami istri. Satu lagi nanti Ki Ageng Rangga sudah diamankan, dalam perjalanan menuju ke sini,” ujar Kombes Hendra. ‎

Keduanya diperiksa sejak tadi pagi.

Para tersangka dijerat Pasal 14 dan 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Pemberlakuan KUH Pidana.

Lebih lanjut Saptono Erlangga berujar, penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan penyelidikan, memeriksa saksi, saksi ahli, dan alat bukti yang ada.

Para tersangka dijerat Pasal 14 dan 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Pemberlakuan KUH Pidana.

Sebelumnya, Sunda Empire mengaku sebagai kekaisaran matahari.

Mereka mengklaim, negara-negara di dunia harus mendaftar ulang pada Agustus 2020 ke kekaisaran matahari di Bandung.

Tak hanya itu, para petingginya juga sesumbar, menyebut seolah-olah Sunda Empire merupakan pemerintahan yang mengelola dunia.

Anggota Forum Silaturahmi Keraton Nusantara Roy Suryo bahkan menduga, kelompok Sunda Empire sudah mengubah artikel di Wikipedia mengenai sejarah PBB.

Dalam artikel yang sudah diubah, sidang 1 PBB diubah lokasinya jadi di Jalan Setiabudhi, Bandung.

Padahal, berdasarkan sejarah yang benar, lokasi sidang itu berada di Methodist Central Hall, Westminster, London pada 10 Januari 1946.

Satu lagi nanti Ki Ageng Rangga sudah diamankan, dalam perjalanan menuju ke sini,” ujar Kombes Hendra. ‎ Keduanya diperiksa sejak pagi.

Para tersangka dijerat Pasal 14 dan 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Pemberlakuan KUH Pidana, yakni dengan sengaja menerbitkan keonaran dan menyebarkan berita bohong.

Saptono menjelaskan, ketiga orang tersebut terancam pidana penjara maksimal 10 tahun.

Diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman video yang memperlihatkan kegiatan “Sunda Empire” beredar di media sosial.

 

  • Bonus New Member 10%
  • Bonus Next Deposit 5%
  • Bonus Spin Setiap Hari
  • Bonus Mingguan 16,7%

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.