Polisi Limpahkan ke Jaksa Atas Pencabulan Bermodus Hipnoterapi
Polisi Limpahkan ke Jaksa Atas Pencabulan Bermodus Hipnoterapi

Polisi Limpahkan ke Jaksa, Kasus pencabulan bermodus hipnoterapi di Denpasar Bali sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar. Kudiastono (55) ditetapkan sebagai tersangka, karena mencabuli dua anak remaja putri sebuah yayasan dengan modus hipnoterapi.

Tersangka kelahiran Jakarta, 11 Juli 1965 menjalani pelimpahan via teleconference.

“Tersangka atas nama Kusdiastono sudah dilimpahkan dan sudah kami terima. Yang bersangkutan terlibat tindak pidana pencabulan,” terang Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Denpasar, I Wayan Eka Widanta saat dikonformasi.

Setelah dilakukan pelimpahan dikatakannya, tersangka yang berprofesi konsultan pendidikan itu akan menjalani penahanan oleh jaksa selama 20 hari kedepan.

Untuk saat ini, tersangka kembali dititipkan penahanannya di Polda Bali.

“Penahanan terhadap keduanya dilakukan selama 20 hari kedepan. Setelah dakwaan lengkap, segera akan kami lakukan pelimpahan ke pengadilan untuk selanjutkan dilakukan persidangan.

Jaksa yang menangani perkara ini, Jaksa Mirah Awantara dan Jaksa Desak Putu Megawati,” jelas Eka Widanta

“Atas perbuatannya tersangka disangkakan melanggar Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1), (4) UU RI No.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” imbuhnya.

Diuraikan dalam berkas perkara, bahwa pada pertengahan tahun 2015 salah satu yayasan bekerjasama secara lisan dengan tersangka.

Kerjasama dalam hal minat, bakat dan potensi anak didik melalui analisasi sidik jari anak.

Lalu Agustus 2019 tersangka kembali menawarkan kerjasama lisan terkait program hipnoterapi untuk anak-anak remaja putri di yayasan itu.

Tersangka menjelaskan tujuan dilakukannya hipnoterapi untuk mengetahui dan memantapkan pilihan ke pendidikan selanjutnya.

Atas penjelasan tersangka, anak-anak remaja putri kelas 3 di yayasan itu pun setuju mengikuti program itu.

Tanggal 18 Agustus 2019 tersangka pun datang ke asrama putri untuk mempraktekan hipnoterapi.

Dari beberapa anak remaja yang dihipnoterapi, ada dua anak yang tidak bisa dihopnoterapi.

Menurut tersangka karena dua anak itu kurang fokus, akhirnya disepakati menjadwalkan ulang dan melanjutkan hipnoterapi di rumah tersangka.

Singkat cerita, anak remaja putri inisial PP (korban) melakukan hipnoterapi lebih dahulu.

Disana lah tersangka melakukan aksi cabulnya.

Berselang beberapa hari giliran anak remaja putri inisial MS (korban) dan kembali tersangka melakukan aksi bejatnya.

Atas kejadian itu kedua anak remaja putri itu mengalami syok dan semua anak remaja di yayasan itu tidak lagi mau melakukan program hipnoterapi. (Putu Candra)

 

  • Bonus New Member 10%
  • Bonus Next Deposit 5%
  • Bonus Spin Setiap Hari Tanpa Zonk
  • Bonus Mingguan 16,7%

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.