Soal Sifat Keras Ahok, DJAROT: Dia Sudah Berkontlemplasi

Sifat Keras Ahok, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menangapi soal tudingan sifat keras Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang bisa menjadi penghalang untuk menduduki jabatan penting di BUMN.

Djarot mengaku jika selama berada dipenjara Ahok melakukan introspeksi diri untuk memperbaiki karakter yang dimilikinya.

Djarot mengatakan sosok Ahok tidak lepas dari kekurangan.

“Dia berkontemplasi selama di penjara, dia bentul-betul mewasa diri. Dia menguasi dirinya supaya tidak argoan, tidak sombong, mau mendengarkan,” ujar Djarot.

“Dia diem aja, ada pro dan kontra, kan gitu,” ujarnya.

Dirinya mengajak masyarakat untuk bersikap arif dalam menganggapi penjajakan Ahok untuk mengisi jabatan di BUMN.

Disinggung soal masa lalu Ahok yang pernah terjerat hukum, Djarot tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Dia pernah berbuat kesalahan, dan menebus itu penjara dua tahun,” tandas Djarot.

Dia juga melihat Ahok merupakan sosok yang tepat untuk mengisi jabatan penting di BUMN .

Menurunya, Ahok memiliki integritas tinggi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan di jabatan tersebut.

“Saya melihat ada tantangan di BUMN, di sana banyak sekali mafia-mafia,” ujar Djarot.

Permasalahan ini tentunya akan berpengaruh kepada target-target yang telah ditetapkan pemerintah untuk dicapai oleh BUMN.

Dengan apa yang dimiliki Ahok, Djarot yakin BUMN akan menjadi lebih baik kedepannya.

Djarot menambahkan, keputusan akhir rencana pemilihan Ahok sebagai pimpinan BUMN sebagaiknya diserahkan sepenuhnya kepada Menteri BUMN, Erick Thohir.

“Berikan keleluasaan kepada beliau (Erick Thohir) terhadap seleksi yang baik,” tandas Djarot.

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhror memandang limbulnya pro kontra proses penjajakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi pejabat di BUMN tidak lepas dari sosoknya yang kontroversi.

Ia melihat kegaduhan ini sudah terlihat saat Menteri BUMN, Erick Thohir saat memunculkan nama Ahok untuk menduduki satu jabatan di kursi badan usaha milik negara.

“Pak Eric Tohir melakukan test the water,”

“Ketika disebutkan nama Pak Ahok, ada reaksi yang luar biasa,” ungkap Siti.

Menurutnya, ini membuktikan Ahok masih menjadi sosok kontroversi di tengah-tenah masyarakat.

“Sosok Bapak Ahok tetap menjadi kontroversi,” lanjutnya.

Siti mengaku jika sudah memberikan peringatan untuk Presiden Joko Widodo agar berhati-hati dalam proses penyusunan kabiet Indonesia Maju.

Menurutnya, dalam merekrut pejabat publik Presiden Jokowi harus teliti dan akurat, sehingga tidak timbul kegaduhan di masyarakat.

“Kita wanti-wati kepada Bapak Jokowi-Ma’ruf mohon untuk tidak merekrut siapapun yang akan menimbulkan kontroversi,” kata Siti.

Sehingga, menurutnya ketika kabinet sudah terbentuk, Presiden Jokowi tidak perlu repot menjelaskan permasalahan dalam proses pemilihan untuk mengisi post-post tertentu.

“Jangan ada energi yang terkuras hanya untuk menjelasakan lagi, menjelaskan lagi,”

“Soal salah pilih orang kan gitu,” tegas Siti.

Ia juga menilai pro kontra dalam proses pemilihan pejabat publik dapat men-downgrade legitimasi dari Presiden Jokowi sendiri.

Siti melihat Ahok masih memikul stigma negatif oleh masyarkat dari kasus yang pernah menjerat dirinya waktu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Masalah etika yang disandang oleh Bapak Ahok, kan serius sekali,” tandasnya.

Disinggung soal profesionalitas yang dimiliki Ahok, Siti menyakini masih banyak sosok-sosok lain yang memiliki kredibilitas di atas Ahok.

‘”Masih ada orang lain yang tidak dipermasakahkan background dan history-nya.”

“Sejarah curriculum vitae-nya oke ,dan bisa diterima oleh masyarakat,” beber Siti.

GEBYAR AKHIR TAHUN LAPAK POKER

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

X CLOSE