Sunda Empire Mengklaim Punya Deposito Rp6,9 Triliun
Sunda Empire Mengklaim Punya Deposito Rp6,9 Triliun, Diselediki Kedutaan Swiss

Sunda Empire Mengklaim, Uang Deposito 500 juta dollar AS atau Rp 6,9 triliun untuk kurs saat ini yang diklaim petinggi Sunda Empire berada di Bank Swiss tidak terbukti alias fiktif.

Hal itu diketahui setelah Polda Jabar mengkonfirmasi ke Kedutaan Swiss dua pekan lalu.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar, Kombes Hendra Suhartiono mengatakan, Kedutaan Swiss menyatakan bahwa kelompok Sunda Empire tidak pernah memiliki uang deposito di bank Swiss.

“Kami sudah mendapat jawaban dari Kedutaan Swiss itu palsu sertifikatnya, jadi tidak bisa dibuktikan,” ujar Hendra, saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Sukarno Hatta.

Kelompok Sunda Empire ini mengiming-iming para anggotanya untuk gabung dengan uang deposito senilai 500 juta dollar AS yang diklaim berada di bank Swiss.

Namun, setelah ditelusuri uang deposito tersebut fiktif.

Selain itu, ujar Hendra, ketiga tersangka Sunda Empire ini pun sempat mengajukan penahanan karena alasan sakit.

Namun, permintaan itu tidak dapat dikabulkan Polisi.

“Ya, tersangka mengajukan penangguhan. Tapikan selama ini kami tidak lakukan penangguhan karena ada dugaan kuat mereka akan mengulangi tindak pidana lagi, menghilangkan barang bukti dan lain-lain, jadi tidak dikabulkan, karena kan syarat penangguhan penahanan itu diatur,” katanya.

Sebelumnya, Polisi sudah menetapkan tiga orang petinggi Sunda Empire sebagai tersangka ketiganya adalah Nasri Bank, yang mengaku sebagai Perdana Menteri, Raden Ratna Ningrum, sebagai Kaisar, dan Ki Agung Raden Rangga Sasana sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire.

Ketiganya dijerat Pasal 14 dan atau 15 undang-undang darua RI No. 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun.

Sementara ruang kendali nuklir Sunda Empire yang heboh di masyarakat akhirnya terungkap juga.

Penampakannya ternyata di luar nalar.

Ya, jangan berpikiran kalau ruang kendali nuklir Sunda Empire itu canggih atau dipenuhi berbagai layar telivisi.

Ruang kendali nuklir yang petinggi Sunda Empire ini maksud ternyata amat sederhana.

Ruangan itu hanya terdiri dari 3 atau 4 ruangan saja. Alias tak ada ruang kendali nuklir yang ia maksud.

Sebelumnya, petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana ini mengklaim memiliki kekuasaan atas dunia.

Selain itu Rangga Sasana juga mengklaim kekaisarannya mampu mengendalikan senjata nuklir.

“Nuklir kalau mau diberhentikan itu melalui saya diumumkan pada saat instruksi,” ungkap Rangga.

Disebutkan instruksi yang dikeluarkan tersebut dilakukan secara tertulis.

Bahkan, Rangga menegaskan kemampuan Sunda Empire mengendalikan nuklir bukan hanya sebagai fiksi.

“Bukan khayalan sebuah mimpi atau yang dikatakan fiksi,” kata dia.

Dari pengakuan Rangga Sasana itulah, banyak publik mulai penasaran seperti apa penampakkan pusat kendali nuklir.

Sayangnya kini Rangga tak bisa menunjukkan seperti apa pusat kendali nuklir.

  • Bonus New Member 10%
  • Bonus Next Deposit 5%
  • Bonus Spin Setiap Hari
  • Bonus Mingguan 16,7%

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.