Tak Peduli Dilihat Orang Lain Berhubungan Intim di Pantai
Tak Peduli Dilihat Orang Lain Berhubungan Intim di Pantai
Pasangan pria dan wanita tepergok sedang berhubungan intim di pantai wilayah Filipina. Wanita itu berkewarganegaraan Inggris sedangkan sang pria seorang warga negara Australia. 

Mereka tepergok penduduk setempat sedang melakukan hubungan intim pada siang hari di sebuah pantai keluarga.

Bahkan mereka menolak untuk berhenti melakukan aksinya saat pihak kepolisian datang untuk mengamankannya.

Dilansir Daily Mail, pasangan tersebut bernama Jasmine Nelly dan Anthony Carrio, keduanya berusia 26 tahun.

Walau mereka telah ditangkap dan diborgol oleh polisi, namun keduanya masih terus bermain-main hingga mereka dibawa ke sel kantor polisi.

Awalnya penduduk setempat terkejut saat mendapati aksi Jasmine dan Anthony di Pulau Boracay, Aklan.

Karena resah lantaran pantai tersebut bukan lan tempat privat dan banyak anak-anak, maka penduduk setempat melaporkan tindakan pasangan itu ke pihak berwenang.

Saat polisi tiba dan berdiri di depan mereka, Jasmine dan Anthony tidak mau berhenti berhubungan intim di depan publik.

Kopral Polisi Joel Banga-ora mengatakan, pasangan tersebut sedang mabuk berat sehingga mereka berusaha mengabaikan polisi dan terus berhubungan seks.

"Mereka sangat mabuk sehingga mereka masih berusaha menyelesaikan apa yang mereka mulai di pantai," katanya.

Lebih lanjut, Joel menyebut mereka harus diborgol dan diseret untuk diamankan.

"Para petugas tiba di pantai dan mereka tak menghentikan aktivitasnya. Kami berdiri di sebelah mereka dan mereka terus berhubungan seks," kata Joel.

Petugas pun akhirnya memborgol pasangan itu dan memasukkannya ke dalam truk untuk dibawa ke stasiun setempat.

Bahkan saat keduanya dibawa dengan menggunakan truk polisi, mereka tampak masih saling berhadapan.

"Mereka tidak malu bahwa semua orang bisa melihat tubuh mereka. Dada wanita itu terbuka sepenuhnya dan kemaluan pria itu terlihat," ungkap Joel.

"Mereka begitu asyik satu sama lain sehingga mereka tidak tahu apa yang terjadi di sekitar mereka," imbuhnya.

Pasangan Jasmine dan Anthony akhirnya ditahan di Kantor Polisi Kota Melayu dan kemudian didakwa di Kantor Kejaksaan Aklan dengan skandal serius.

Sebelumnya Anthony mencoba melarikan diri setelah ia ditangkap, sehingga tuduhan kedua dijatuhkan karena ketidaktaatan kepada pihak berwenang.

Mereka pun didenda dengan uang jaminan masing-masing sejumlah 6.000 Peso(£ 90) atau sekitar Rp 1.620.000 untuk skandal besar.

Sementara Anthony juga dibebankan membayar 3.000 peso (£ 45) atau sekitar Rp 800.000 karena ketidaktaatan tersebut.

Mereka berdua didakwa dan dibebaskan dengan jaminan sembari menunggu panggilan pengadilan di bulan Februari.

"Nama-nama itu benar dan persidangan telah dijadwalkan untuk Februari tetapi belum ada tanggal pasti. Jika mereka tidak muncul untuk diadili, mereka akan mendapatkan larangan perjalanan ke Filipina," kata Joel.

Kini Jasmine dan Anthony telah meninggalkan Boracay menuju kota Cebu.

Tak Peduli Dilihat, Pasangan pria dan wanita tepergok sedang berhubungan intim di pantai wilayah Filipina. Wanita itu berkewarganegaraan Inggris sedangkan sang pria seorang warga negara Australia.

Mereka tepergok penduduk setempat sedang melakukan hubungan intim pada siang hari di sebuah pantai keluarga.

Bahkan mereka menolak untuk berhenti melakukan aksinya saat pihak kepolisian datang untuk mengamankannya.

Dilansir Daily Mail, pasangan tersebut bernama Jasmine Nelly dan Anthony Carrio, keduanya berusia 26 tahun.

Walau mereka telah ditangkap dan diborgol oleh polisi, namun keduanya masih terus bermain-main hingga mereka dibawa ke sel kantor polisi.

Awalnya penduduk setempat terkejut saat mendapati aksi Jasmine dan Anthony di Pulau Boracay, Aklan.

Karena resah lantaran pantai tersebut bukan lan tempat privat dan banyak anak-anak, maka penduduk setempat melaporkan tindakan pasangan itu ke pihak berwenang.

Saat polisi tiba dan berdiri di depan mereka, Jasmine dan Anthony tidak mau berhenti berhubungan intim di depan publik.

Kopral Polisi Joel Banga-ora mengatakan, pasangan tersebut sedang mabuk berat sehingga mereka berusaha mengabaikan polisi dan terus berhubungan seks.

“Mereka sangat mabuk sehingga mereka masih berusaha menyelesaikan apa yang mereka mulai di pantai,” katanya.

Lebih lanjut, Joel menyebut mereka harus diborgol dan diseret untuk diamankan.

“Para petugas tiba di pantai dan mereka tak menghentikan aktivitasnya. Kami berdiri di sebelah mereka dan mereka terus berhubungan seks,” kata Joel.

Petugas pun akhirnya memborgol pasangan itu dan memasukkannya ke dalam truk untuk dibawa ke stasiun setempat.

Bahkan saat keduanya dibawa dengan menggunakan truk polisi, mereka tampak masih saling berhadapan.

“Mereka tidak malu bahwa semua orang bisa melihat tubuh mereka. Dada wanita itu terbuka sepenuhnya dan kemaluan pria itu terlihat,” ungkap Joel.

“Mereka begitu asyik satu sama lain sehingga mereka tidak tahu apa yang terjadi di sekitar mereka,” imbuhnya.

Pasangan Jasmine dan Anthony akhirnya ditahan di Kantor Polisi Kota Melayu dan kemudian didakwa di Kantor Kejaksaan Aklan dengan skandal serius.

Sebelumnya Anthony mencoba melarikan diri setelah ia ditangkap, sehingga tuduhan kedua dijatuhkan karena ketidaktaatan kepada pihak berwenang.

Mereka pun didenda dengan uang jaminan masing-masing sejumlah 6.000 Peso(£ 90) atau sekitar Rp 1.620.000 untuk skandal besar.

Sementara Anthony juga dibebankan membayar 3.000 peso (£ 45) atau sekitar Rp 800.000 karena ketidaktaatan tersebut.

Mereka berdua didakwa dan dibebaskan dengan jaminan sembari menunggu panggilan pengadilan di bulan Februari.

“Nama-nama itu benar dan persidangan telah dijadwalkan untuk Februari tetapi belum ada tanggal pasti. Jika mereka tidak muncul untuk diadili, mereka akan mendapatkan larangan perjalanan ke Filipina,” kata Joel.

Kini Jasmine dan Anthony telah meninggalkan Boracay menuju kota Cebu.

 

  • Bonus New Member 10%
  • Bonus Next Deposit 5%
  • Bonus Spin Setiap Hari
  • Bonus Mingguan 16,7%

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.