Seorang Gadis Penjual Nasi Diperkosa Kakek Mijan hingga Hamil 8 Bulan

Seorang Gadis Penjual, Seorang kakek berusia 73 tahun dilaporkan telah memperkosa seorang gadis di Blitar, Jawa Timur. Peristiwa ini bermula saat gadis berinisial IKD (30) sedang mengantarkan es teh ke rumah sang kakek yang diketahui bernama Mijan ini.

Seorang Gadis Penjual, Kejadian yang menimpa IKD telah dilakukan oleh sang sejak Februari 2019. Akhirnya, saat ini perut sang gadis yang sehari-hari berjualan nasi ini semakin membesar lantaran usia kandungannya yang telah mencapai 8 (delapan) bulan.

Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, sang kakek telah mengakui perbuatan tak bermoralnya ini.

Sang kakek mengakui bahwa dirinya telah memperkosa IKD sejak Februari 2019.

Kejadian memilukan ini bermula ketika IKD mengantarkan es teh ke rumah sang kakek.

Kakek berumur 73 tahun yang tinggal di wilayah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar itu meminta pesanannya diantarkan ke rumah.

Saat itu, korban pun datang seorang diri ke rumah sang kakek untuk mengatarkan es teh yang dipesan kakek.

Jarak rumah sang kakek dengan warung tempat korban berjulan memang jaraknya tidak terlalu jauh atau masih bertetangga.

Saat mengantarkan es teh itulah, pelaku memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya.

Itu adalah kejadian pertama Kakek Mijan perkosa korban di rumahnya itu terjadi pada bulan Februari 2019.

Saat itu, rumah kakek Mijan memang dalam kondisi sepi. Istri pelaku sedang tidak ada di rumah.

Sementara itu, anak dan cucunya pun sudah tidak lagi tinggal di rumah sang kakek.

“Pelaku atau si kakek itu mengakuinya kalau telah berbuat tak senonoh terhadap korban,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Shodiq.

Tak hanya itu, menurut pengakuan Kakek Mijan yang disampaikan AKP Shodiq, pelaku pernah memperkosa IKD di rumahnya.

“Katanya, itu kejadian pertama kali dan berlangsung di rumahnya, bahkan pernah di rumah korban.”

“Modusnya, pelaku datang ke rumah korban dan minta diputarkan VCD campursari.”

“Itu biasanya, terjadi saat rumah korban sedang sepi,” ujarnya.

Terungkapnya pemerkosaan terjadi ketika orang tua sang gadis penjual nasi curiga dengan kondisi anaknya.

Sebab, perut korban terlihat semakin membesar.

Orangtua korban kemudian memutuskan untuk memeriksanya ke bidan terkait kondisi anaknya.

Saat itu bulan Agustus 2019, diketahui IKD telah hamil 6 bulan dan kini sudah masuk usia 8 bulan.

Orang tua kaget putrinya hamil.

Sebab, korban memang belum memiliki suami.

Orang tua korban pun tanya siapa ayah dari jabang bayi yang dikandung oleh putrinya tersebut.

Korban sempat bungkam ketika ditanya sosok ayah dari janin yang dikandungnya itu.

Sebab, saat itu korban masih dibayangi rasa ketakutan.

Akhirnya, setelah didesak korban pun mengaku jika yang menghamilinya adalah kakek Mijan.

Mendengar hal tersebut, orang tua korban tak terima dan melaporkan kasus ini ke Polres Blitar.

Pelaku yang memiliki dua anak dan empat cucu ini sempat menawarkan solusi dirinya akan bertanggungjawab.

Ia siap menikahi korban walaupun masih memiliki istri.

Namun, keluarga korban tak mau, sehingga memilih untuk menempuh jalur hukum.

Menurut AKP Shodiq Efendi, untuk membuktikan kasus ini tidaklah cepat.

Butuh waktu hampir sebulan hingga diperkuat dengan pengakuan berbuatan bejat Kakek Mijan.

“Akhirnya, kasus itu dilaporkan ke Polres Blitar. Namun, untuk membuktikannya, tak bisa cepat atau membutuhkan waktu hampir sebulan. Diperkuat dengan pengakuan si pelaku bahwa ia telah berbuat seperti itu (tak senonoh) berkali-kali,” tutur AKP Shodiq.

Hasilnya, kakek yang masih punya istri itu mengakui perbuatan bejatnya itu dilakukan berkali-kali.

“Pelaku atau si kakek itu mengakuinya kalau telah berbuat tak senonoh terhadap korban,” kata AKP Shodiq.

Kakek Mijan juga mengaku telah memperkosa anak penjual warung nasi itu sejak Februari 2019 lalu.

GEBYAR AKHIR TAHUN LAPAK POKER

Recent search terms :

Leave a Reply

Your email address will not be published.